LH. Dini Official

Dont Say ” I Hate Monday ” Ada Keajaiban Di Balik Rasa Frustasi

” Jumpa lagi, jumpa ibu petualang kembali ya disini, cilukbaaa saya datang kembali *, nyanyik dulu biar semangat kayak Meisyi karena ini hari senin hi hi. Sebenarnya mau hari apa aja buat saya dan suami ga ngaruh soal nya kita kan emang kerja dari rumah, waktu dan segalanya kita atur sendiri sesuai kehendak kita.

Pasti sebagian besar udah pada kenal kan istilah ” I hate monday “, yupp terutama buat mereka yang punya rutinitas senin sampai jumat seperti pekerja kantoran, pelajar, mahasiswa, dan lain sebagai-nya. Hari senin menjadi momok yang menyebalkan karena mereka harus kembali pada rutinitas dan beban pekerjaan setelah santai sejenak menikmati waktu libur akhir pekan.

Kabar viral dari media sosial juga sempat bikin ngelus dada, ada seorang siswi di luar negeri yang saking benci nya sama hari senin dia sampai tega menghabisi nyawa kepala sekolah nya sendiri mungkin dia pikir dengan gitu hari senin bakalan gak ada dari bumi ini kira kira saya aja sih tapi semoga aja salah. Kalian jangan begitu ya sepadat-padatnya kegiatan hari senin mari kita usahakan untuk tetap disyukuri, arti-nya kan kita masih di kasih Allah kesempatan untuk melanjutkan hidup  buat mewujudkan mimpi he he.

Sering sekali tanggung jawab terasa menjadi beban yang bikin kita merasa kelelahan dan frustasi, tapi sadarkah kita ada rahasia besar dibalik rasa frustasi ;D. Dih kok bisa? frustasi mah frustasi aja obatnya ya seneng-seneng, mungkin akan ada yang bilang begitu tapi ucapan seperti itu salah besar lho. Nah saya jelasin ya, seorang motivator ternama dunia yang bernama Antony Robbins dalam buku nya berjudul Unlimited Power sebuah buku yang membagi pengetahuan tentang kekuatan tanpa batas dan pencapaian diri mengatakan, rasa frustasi akibat penolakan dan kegagalan akan menjadi pembunuh bagi mimpi-mimpi kita. Ia akan mengubah perilaku positif menjadi negatif dan melemahkan kekuatan. Hal terburuk yang dihasilkan oleh perilaku negatif adalah hilangnya kedisiplinan diri. karena jika kedisiplinan terhadap diri hilang maka hasil yang kita inginkan juga akan pergi.

Tony juga mengatakan jika untuk memastikan kesuksesan jangka panjang adalah selalu belajar mendisiplinkan rasa frustasi. Kunci utama kesuksesan besar adalah rasa frustasi yang besar, lihat deh dibalik kesuksesan besar tokoh-tokoh dunia disana ada perjalanan panjang dengan frustasi yang besar tapi mereka mampu melaluinya, mereka mampu mendisiplinkan rasa frustasi-nya dan membuat mereka sampai pada capaian-capaian terbesar dalam hidup-nya. Seluruh orang yang sukses mempelajari bahwa kesuksesan ada disebelah sisi frustasi. Sayang-nya kebanyakan orang tidak mendapatkan sisi lain-nya tersebut, mereka membiarkan rasa frustasi itu menghentikan tujuan-nya.

Kita harus belajar membajak rasa frustasi, tidak berpikir semua nya sia-sia dan berakhir tapi justru menjadikan kemunduran sebagai umpan balik untuk mendorong kita melesat lebih jauh kedepan. Semua orang sukses pasti melakukan ini, kita hanya perlu melakukan hal sama seperti yang semua orang sukses lakukan itu, menjadikan kemunduran akibat frustasi sebagai umpan balik. Semakin besar rasa frustasi semakin besar kekuatan umpan balik tersebut melesat. Dua langkah pertama yang harus kita lakukan untuk mendisiplinkan rasa frustasi adalah 1. Jangan dibikin lelah oleh hal kecil, 2. Ingat, semua itu adalah HAL KECIL. Seperti peribahasa Yunani ini ” Apapun jenis ucapan yang diucapkan, hal yang sama akan kita pikul “, artinya ketika kita mengatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri maka kita telah menggiring diri kita untuk  tepat ada di sana. Jadi mari pikir-pikir lagi untuk tidak yakin dengan kemampuan diri, katakan saja hal-hal yang baik dan tanpa sadar kita sedang tertuju pada keadaan yang baik dan diantara orang-orang baik, tanpa sadar kita sudah tidak lagi dibuat frustasi oleh hal-hal remeh temeh.

Hal lain yang bisa bikin kita frustasi biasanya adalah penolakan seperti yang sudah saya sebut di atas, penolakan membuat hati dan pikiran kita jadi tidak nyaman, penolakan membuat kita seperti merasa tidak berharga padahal kalau kita berpikir terbalik maka penolakan itu bisa memantik energi besar kita yang selama ini terpendam.  Kita juga harus paham bahwa kenyamanan juga bisa menjadi emosi yang paling merusak yang dimiliki badan. Coba apa yang terjadi jika orang udah terlalu enak dengan kenyamanan? dia berhenti tumbuh, berhenti bekerja, berhenti berkarya seperti kata Bob Dylan ” dia yang tidak sibuk untuk lahir, akan sibuk untuk mati “. Analogi nya seperti tanaman ketika dia hijau maka dia akan terus tumbuh, tapi ketika buah nya matang maka tak lama jatuh membusuk. Maka kita sebaiknya terus mengupayakan agar apa yang ada dalam hati dan pikiran kita tetap ” hijau ” supaya kita tetap bisa tumbuh seberapa pun usia kita saat ini dan seterbatas apapun yang kita miliki. Kita bisa menjadikan pengalaman bahkan yang terburuk sekalipun sebagai sarana untuk bertumbuh.

Sebagian kita mungkin berpikir bahwa pensiun adalah awal kehidupan yang lebih kaya, tapi sadar ga kalau itu adalah akhir dari kehidupan kerja kita. Sebuah capaian semu yang membuat kita nyaman, melemah dan membusuk. Selama ini budaya kita tentang kesuksesan adalah pencapaian kenyamanan tertinggi dalam hidup, berhenti dan menikmati hasil, itu sangat tidak tepat. Itu hanyalah ilusi kesuksesan yang berhasil membuat kita terlena dan heran-nya disepakati oleh banyak orang. Karena kesuksesan yang sebenanrya adalah sebuah proses yang berkelanjutan, kebiasaan berpikir, sebuah strategi untuk hidup, sebuah tindakan yang tidak akan pernah berhenti kecuali hanya sekedar istirahat untuk mengumpulkan kekuatan baru, ide dan gagasan baru. Satu capaian untuk menghubungkan ke capaian berikut nya, itulah kesuksesan yang sebenar-nya. Saya jadi semakin paham mengapa orang-orang yang sudah tampak sangat berkecukupan tapi mereka masih terus berkarya, bekerja, mengagas ide karena jika mereka berhenti mereka hanya akan berjalan menuju kemunduran dan kelemahan. Jadi berhenti mengusung slogan muda kerja keras sampai lupa bahwa banyak bagian tubuh yang harus di recharge, tua tinggal menikmati padahal umur orang ga ada yang tahu jadi ga gitu ya rumus-nya. Mau muda, mau udah tua itu hanya bilangan angka siapapun sebaiknya tetap berproses.

Nah saya dulu penikmat acara-acara di Net TV binaan-nya bapak Wishnu Tama kayak serial ” Tetangga Masa Gitu ” yang punya banyak peminat tapi beliau milih untuk menghentikan nya meski sudah ada pada rating yang bagus dan mengganti-nya dengan acara yang baru. Beliau ini mungkin salah satu yang berpikir demikian, sama hal-nya seperti Elon Musk yang tidak pernah puas bermimpi dan berkarya, baginya materi hanyalah sarana dan batu loncatan semata untuk mencapai impian besar – nya yang lain. Tidak akan ada Pay Pal, Tesla Corps, dan Space X tanpa rasa frustasi besar yang dialami oleh Elon Musk.  Mereka ini yang saya kira paham betul arti sukses yang sesungguh-nya yaitu sebuah proses yang tidak pernah berhenti dan selalu diperbaharui. Dan saya melihat mereka adalah orang-orang yang sangat percaya kepada kemampuan diri nya sendiri dan menolak status quo kenyamanan. Jangan terbiasa melihat kesuksesan seseorang dari sekumpulan materi yang mereka dapatkan tapi pandanglah proses berat apa, frustasi besar apa yang telah berhasil mereka lalui.

Nah temen-temen dari semua bahasan di atas saya berharap kita bisa mencontoh tindakan-tindakan progresif orang-orang sukses, mengatasi masa frustasi akibat long pandemi ini dengan percaya diri, menjadikan kemunduran ini sebagai umpan balik kita untuk melesat lebih jauh lagi ditahun-tahun mendatang. So, stop to say i hate monday, karena banyak hal-hal hebat di awali pada hari ini, hari yang bernama Senin ;D.

Oke segini dulu ya sharing nya, maafkan kalau ada kata yang ga berkenan jika dirasa bermanfaat bisa dilike dan dishare barangkali karena share teman-teman ada orang lain yang nyaris putus asa bisa bangkit lagi karena baca tulisan ini. Saya menulis ini juga sebagai sarana reminding diri sendiri, karena kita itu suka lupa kalau kita itu kuat dan memiliki kekuatan yang tak terbatas. Pesan terakhir ” Keep hopes live ” okaaay.

Sampai jumpa di sharing seru berikut nya yaaa dont hate monday, make monday hate you ;D.

 

Avignam Jagat Samagram

Facebook Comments Box
mm

LH. Dini

Seorang INFJ produk Mayor Minor Biologi - Teknologi Pangan IPB yang bahagia menyebut diri-nya Ibu Petualang

Konten tulisan adalah ekspresi hati, pikiran, pengetahuan dan pengalaman hidup yang pernah di jalani

Karena jika usia dimakan waktu maka kenangan yang disimpan akan bertahan selama-nya.

Tinggal di Yogyakarta, bisa di kontak pada : lulu.biologistindo@gmail.com

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.