LH. Dini Official

Langkah Mudah Membangun Pikiran Positif Ditengah Ancaman Wabah

0

Terkait dengan pernyataan diatas barangkali sebagian orang akan menjawab “ah pernyataan klise“ nyata-nya kita semua memang sedang kesusahan oleh wabah Covid19 yang masih terjadi saat ini. Padahal sejati-nya kalau boleh saya sampaikan, itu bukanlah hal yang klise namun sangat mungkin setiap orang mampu tetap baik-baik saja ditengah masalah ataupun kondisi yang sulit tergantung bagaimana cara pandang yang kita bangun terhadap masalah tersebut.

Merujuk pada konsep (Robbins & Judge, 2013) dalam buku-nya yang bertajuk Organizational Behavior (15th ed ) mengenai efikasi diri, terdapat istilah “pygmalion effect” atau “galatea effect”, yaitu salah satu bentuk dari self-fulfilling atau pemenuhan diri dimana dengan mempercayai sesuatu, dapat menjadikannya kenyataan. Konsep tersebut dapat menjelaskan bahwa dengan berpikir atau memberikan persepsi terhadap diri kita, maka kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan. Oleh karena itu, baik bagi kita untuk terus berusaha membangun pikiran yang positif di dalam diri terlebih disaat banyak hal yang terjadi membuat kita lebih mudah merasa cemas dan putus asa.

Inilah beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk membangun pola pikir positif yang akan membuat kehidupan kita menjadi lebih baik dan bahagia.

1.Biasakan Memulai Hari dengan Afirmasi Positif

Siapa lagi yang dapat memberikan afirmasi positif terbaik selain diri kita sendiri, sehebat apapun orang lain memberikan motivasi tidak akan berpengaruh nyata jika kita meragukan kemampuan diri sendiri. Sikap tidak menghargai diri sendiri adalah awal dari buruk nya waktu kita sepanjang hari. Bukankah sudah dikatakan bahwa pandangan yang kita bangun didalam pikiran akan menjadikan kita seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir hari- hari wabah ini akan terus memburuk maka kita sedang menggiring diri kita sendiri untuk ada disana. Bukankah lebih baik bila kita lebih membangun pandangan yang baik ditengah masalah apapun, setidaknya itu akan membuat kejiwaan kita tetap dalam keadaan seimbang. Jadi mari kita putuskan ingin jadi seperti apa keadaan kita hari ini dan pada masa mendatang.

2.Tidak Fokus Hanya Pada Masalah

Ditengah belitan masalah umum-nya kita akan lebih sulit bersikap tenang dan sadar. Berfokus hanya pada masalah tidak akan memberikan kebaikan apapun kepada diri kita, yang terjadi malah masalah tersebut semakin sulit untuk diatasi. Pecahlah fokus kita kepada hal lain yang lebih baik, yaitu dengan melihat adakah peluang yang memungkinkan untuk kita dapat melakukan sebuah tindakan. Berdiam diri hanya akan membuat pikiran semakin tidak terarah, segeralah bergerak dan mulai lakukan sesuatu apapun yang menurut kita menyenangkan. Percayalah dengan bergerak kondisi pikiran kita akan lebih baik karena fokus masalah sudah mulai terpecah.

3.Meluangkan Waktu Untuk Melakukan Perenungan

Jikapun harus berdiam, pastikan momen berdiam diri kita hanya untuk melakukan perenungan tentang apa yang sedang terjadi. Mulai-lah mengamati dimana sebenarnya masalah ini berasal, dimanakah akar-nya berada. Jika sudah mampu melihat pola masalah yang jelas segeralah bertindak untuk mencabut akar masalah tersebut. Jangan membiarkan diri terus berputar-putar diantara masalah, ingatlah semua kendali diri ada didalam pikiran kita sendiri. Akar masalah dari sebagaian besar kita saat ini adalah kejenuhan akibat kewajiban melakukan social distancing yang mengharuskan senantiasa dirumah dalam waktu yang entah sampai kapan. Jadi janganlah kita hanya berfokus dengan masa jenuh-nya melainkan fokus pada melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan diluar namun dapat kita lakukan didalam rumah.

4.Melakukan Penerimaan Diri

Sejati-nya efek pandemi ini akan terasa berat jika kita belum mampu melakukan penerimaan diri dengan baik. Kita masih belum bisa menerima bahwa suatu hal yang buruk telah datang dalam kehidupan kita. Bila hanya terus merutuki kejenuhan setiap hari, maka banyak kesempatan baik bagi kita yang mungkin akan terlewatkan begitu saja. Saat kita mengeluh bosan dirumah, bersama orang yang sama setiap hari kita telah lupa bahwa dalam kondisi pandemi seperti ini banyak manusia diluar sana yang tidak memiliki rumah untuk bernaung tanpa bersanak saudara.

Saat kita mengeluh bosan kegiatan hanya berputar pada makan dan tidur, banyak diluar sana yang satu persatu lemah berjatuhan karena tidak memilik apapun untuk dimakan. Saat kita mengeluh bosan dengan hanya istirahat dirumah saja, banyak diluar sana orang-orang yang dalam ancaman corona terus berjuang mencari penghidupan untuk keluarga tanpa kenal istirahat. Teman-teman disaat ancaman wabah seperti ini selama kita masih dapat cukup makan, tidur diatas kasur empuk dalam naungan rumah yang hangat dengan sanak saudara dan dalam kondisi tubuh yang sehat, sungguh kita masih ada dalam  keberuntungan yang besar. Marilah kita fokuskan pada kemungkianan terbaiknya bukan pada masalah-nya.

5.Tetap Memiliki Harapan Baik

Sepelik apapun keadaan kita saat ini tetaplah melangitkan harapan, karena harapanlah yang akan membantu kita mampu melewati masa masa sulit. Namun tetaplah berpijak pada kenyataan, seandai-nya harapan kita masih jauh dari kenyataan itu bukanlah akhir dari hidup kita. Janganlah berpikir saat harapan tidak sesuai kenyataan maka kita telah mengalami kegagalan, kita tidak lah gagal hanya cara yang sudah kita lakukan mungkin bukan cara yang tepat. Satu hal baik yang sering kita abaikan dari anggapan kegagalan adalah, dengan mudah kita melupakan bahwa sebenarnya kita telah berhasil menemukan cara baru untuk mengatasi masalah. Kita hanya perlu mencari cara lain yang lebih tepat yang mampu mendekatkan harapan kita dengan kenyataan.

6.Batasi Informasi yang Masuk ke dalam Pikiran

Dengan kecermatan memilih informasi yang masuk kedalam pikiran, akan membuat diri kita lebih tenang. Pilih lah informasi-informasi yang berasal dari sumber terpercaya dan yang disampaikan oleh ahli-nya. Kecemasan kita menjadi-jadi akibat ketidakjelian kita dalam memilih informasi yang masuk.

7.Relaksasi Diri

Pusat pikiran kita adalah pada otak yang ada didalam kepala, kekacauan pikiran kita berpusat disana. Dalam pikiran yang kacau kita tidak akan mampu mengambil keputusan dan tindakan yang tepat. Oleh sebab itu kita harus senantiasi melakukan relaksasi pada tubuh terutama dibagian kepala. Pijatan diwajah dan kepala terbukti dapat memberi efek relaksasi pada saraf dibagian atas. Aktifitas mandi juga dapat menjadi alernatif lain untuk memperbaiki mood dan rasa malas. Melakukan hal-hal yang menurut kita menyenangkan akan membuat hormon dopamin yang bertanggungjawab terhadap rasa senang dan bahagia didalam tubuh kita meningkat, hal ini juga mampu merangsang sistem imun tubuh bekerja lebih baik. Jadi mulailah melakukan kegiatan positif yang menyenangkan sesuai dengan selera kita masing-masing.

8. Membangun Komunikasi yang Kuat dengan Sang Pencipta

Tidak bisa dipungkiri, manusia secara alamiah akan memiliki keterikatan batin dengan Pencipta-nya. Hanya saja kuat lemah nya ikatan itu tergantung dari masing-masing individu, apakah mereka memilih untuk menjaga nya atau malah mengabaikan ikatan tersebut. Energi spiritual terbukti mampu menguatkan jiwa banyak manusia dimuka bumi, dari energi tersebut akan lahir ketenangan dan sikap pantang menyerah dalam menghadapi setiap problematika yang datang. Energi spiritual yang bersumber dari pemilik alam semesta akan melahirkan keyakinan dan keberanian didalam hati dan pikiran manusia dari keyakinan serta keberanian itu manusia akan dapat mengambil tindakan yang bijak dalam menghadapi setiap masalah. Oleh sebab itu, ada baiknya kita meluangkan waktu khusus untuk menguatkan komunikasi kita kepada Sang Pencipta dengan tata cara yang kita yakini masing-masing. Energi spiritual yang hidup dalam diri tidak hanya akan melahirkan keyakinan dan keberanian namun juga akan mempertajam intuisi dan menguatkan insting bertahan hidup manusia.

Inilah 8 hal yang biasa saya lakukan untuk memperkuat diri sendiri dalam menghadapi berbagai perubahan ekstrim didalam hidup. Pada dasar-nya masalah akan terus berputar mewarnai kehidupan setiap manusia, itu sudah menjadi suatu keniscayaan jadi tidak perlu lagi kita bersikap hiperbol dalam memberikan reaksi. Hal yang patut kita jadikan perhatian utama adalah, bagaimana membangun konsep diri yang kuat dan matang, sehingga sesulit apapun situasinya nanti kita tidak lagi akan terkaget-kaget, kita sudah siap dengan medan apapun yang direncanakan oleh Tuhan. Kembali pada mindset diri, ingin seperti apa hidup kita  hari ini dan nanti, itu semua tergantung pada sisi mana kita berdiri apakah kita lebih memilih berdiri diantara masalah atau sebaliknya, apakah kita memilih berdiri pada segala kemungkinan baik yang bisa diambil dari setiap masalah. Silahkan tentukan pilihan kita masing-masing mulai dari sekarang.

Selain itu saya juga sama sekali tidak menafikan bagaimana kondisi yang terjadi pada negara saat ini, keberpihakan pemerintah terhadap rakyat banyak dipertanyakan. Negeri ini memang sedang tidak baik baik saja, kita belum bisa berharap banyak dari rezim saat ini yang terus mengeluarkan kebijakan tidak masuk akal dan cenderung menekan kepentingan rakyat kecil. Saat ini yang bisa kita lakukan adalah terus memperkuat diri  dan saling menolong karena situasi kedepan bisa saja akan lebih sulit dari ini.

Namun kita tidak perlu terlalu khawatir selama kita dapat terus memupuk rasa solidaritas dan menjaga diri dengan tidak memicu konflik baik antar individu, kelompok atau golongan. Satu yang harus kita yakini bersama, apapun yang tengah kita usahakan semuanya tidak akan pernah sia-sia. Kesabaran yang kita perjuangakan dimasa sulit ini tidak akan pernah luput dari pengawasan Tuhan semesta alam. Ia mencatat banyak kebaikan dari setiap peluh yang tercucur karena kerja keras, setiap air mata yang tercurah karena kesedihan, setiap rasa lapar dan haus yang ditahan karena minim-nya bahan pangan, dan setiap jenuh yang terus kita lawan dari dalam rumah.

Nenek moyang kita adalah para pejuang yang pantang menyerah yang terlahir diantara ganas-nya lautan Hindia dan Pasifik. Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini adalah buah tangan dari perjuangan mereka, Jadi, kita tidak pantas menyerah dan hanya berdiam meratapi keadaan. Bangkitlah teman-teman, lakukan sesuatu yang dapat menjadikan negeri ini kembali damai seperti dulu, lakukan apapun meski hal yang kecil untuk sekeliling kita. Karena darah yang mengalir dalam tubuh-tubuh kita adalah darah para nenek moyang yang tidak akan berpangku tangan menyaksikan kemunduran bangsa, karena darah yang mengalir dalam tubuh-tubuh kita adalah dari mereka yang telah melahirkan bangsa yang besar ini, sekali lagi jangan pernah menyerah dengan keadaan.

Sekian dulu Sharing kita hari ini, terimakasih sudah mampir di blog lhdini.com tetap semangat, jaga kesehatan dan mari sama-sama terus melangitkan doa dan harapan semoga keadaan ini lekas membaik.

 

Salam Ibu Petualang

Avignam Jagat Samagram

LH. Dini

 

Baca Juga:

Why We Get Mad?

8 Hal Ini Bikin Ibu Petualang Betah Dirumah Aja

 

0
mm

LH. Dini

Seorang INFJ yang bahagia menyebut diri-nya Ibu Petualang karena separuh hidup dan cinta-nya telah menyatu dengan jalanan. Jika usia dimakan waktu maka kenangan yang disimpan akan bertahan selama-nya.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed

This site uses cookies to improve your experience, to enhance site security and to show you personalized advertising. Click here to learn more. By clicking on or navigating the site, you agree to our use of cookies.