Tak akan ada habis nya jika membahas mengenai seluk beluk kota Surabaya, terutama mengenai peristiwa-peristiwa heroik masa lalu yang sangat lekat dengan imej kota yang menyertai. juga tentang ragam kuliner tua nya yang melegenda. Menjadi salah satu dari 4 kota pertama yang dibangun secara resmi oleh pemerintah Hindia Belanda pada masa itu bersamaan dengan kota Medan, Bandung dan Makassar, Surabaya saat ini telah genap berusia 725 tahun. Semakin menggeliat dan terus berkembang, pembangunan gedung-gedung bertingkat untuk sarana industri, pendidikan, rumah sakit dan pertokoan terus dilakukan baik oleh pihak swasta maupun pemerintahan setempat membuat Surabaya kian tak tampak seperti kota yang berusia tua kecuali jika anda berkunjung ke situs-situs sejarah nya yang masih dirawat dengan sangat baik. Namun jangan risau bagi anda penggemar kota-kota klasik nan bersejarah,  anda masih dapat merasakan nuansa lama kota tua Surabaya dengan mencicipi beberapa kuliner legendaris nya, Sate Klopo Ondomohen bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dicoba.

Berdiri tepat di pusat pemerintahan kota Surabaya di Jl. Walikota Mustajab No.36, gerai Sate Klopo Ondomohen sangat mudah untuk ditemukan. Lokasi yang tak jauh dari gedung Balaikota dan pusat perbelanjaan dan wisata Monumen Kapal Selam Pasopati (Monkasel) membuat gerai Sate Klopo Ondomohen tak pernah sepi pengunjung. Pada libur Natal yang lalu saya dan suami berkesempatan mencicipi kuliner legendaris ini setelah hampir 3 tahun hanya jadi wacana belaka karena untuk makanan kami lebih sering masak sendiri karena kami berdua memang hobi masak, waktu luang pun biasanya kami habiskan diluar kota ditambah lagi gerai sate milik Bu Asih ini selalu saja ramai yang membuat saya yang tidak suka keramaian sering mengurungkan niat untuk makan disana. Beruntung saat malam hendak bermain ke Balaikota melintasi gerai Sate Klopo Ondomohen yang tampak lumayan sepi, akhirnya tanpa pikir panjang kami putuskan untuk langsung putar balik dan memarkirkan kendaraan sekitar 3 meter dari pintu masuk.

Kami langsung disambut oleh aroma gurih kelapa yang dibakar serta asap yang membubung di pintu masuk hasil dari tiupan 3 kipas angin yang digunakan untuk membakar sate. Rupa nya pembuatan dan penyajian sate ada di area terdepan sehingga setiap pengunjung dapat menyaksikan langsung pembuatan Sate Klopo Ondomohen. Terbersit dalam pikiran saat pertama kali diberi tahu oleh suami yang asli Surabaya tentang sate klopo, adalah sate dengan bahan dasar kelapa (klopo=kelapa) yang dibumbui lalu dikepal pada sebuah tusuk sate lalu di bakar di atas panggangan seperti sate klopo yang pernah saya coba ditempat lain. Dan jeng jeng ternyata bukan seperti yang dibayangkan, karena sate ini sesungguhnya tak jauh beda dengan sate lain yaitu berbahan dasar daging sapi dan ayam hanya saja bumbu yang digunakan sebagai baluran adalah parutan kelapa yang sudah dibumbui lalu dibakar.

Sate yang sudah berbumbu baluran kelapa siap untuk dibakar

Karena dibakar bersama baluran kelapa membuat tampilan sate agak sedikit gosong dipinggir, menurut pengamatan saya dari berbagai tulisan dan sharing dari si pejual langsung, pembuatan kuliner jaman dulu biasa nya lebih manual alias segalanya hampir dikerjakan menggunakan tangan yang tentu rasanya pun agak berbeda dibanding dengan bantuan mesin, katanya ada rasa-rasa tersembunyi pada makanan yang bisa muncul hanya dengan olahan tangan bukan dengan mesin. Seperti pada pembuatan sate sangat identik dengan bapak berbaju garis merah putih dengan kipas tangan andalan nya. Saya pribadi sangat merasakan perbedaan rasa sate dikipas dengan tangan dan dengan dikipas dengan mesin akan lebih sedap hasil pembakaran dengan kipas tangan, sate tidak terlalu gosong dan bumbu meresap hingga ke dalam. Serupa dengan sate Klopo Ondomohen ini mungkin karena saking besar nya animo masyarakat Indonesia yang ingin mencicipi kelegendaan kuliner satu ini sehingga proses pembuatanya pun dipercepat dengan bantuan 3 kipas angin besar yang mengakibatkan bagian luar sate cenderung agak gosong dan bumbu tidak benar-benar meresap kebagian dalam, sayang saya tidak tahu bagaimana rasa sate klopo ondomohen yang dulu jadi hanya bisa menduga-duga saja.

Sebenarnya terdapat alasan tersendiri mengapa bisa begini mengingat pemilik Sate Klopo Ondomohen tidak berniat membuka cabang dimanapun jadi pengunjung bisa tumpah ruah sehingga agak sulit untuk terus bisa menjaga kualitas rasa. Cara satu-satu nya untuk bisa menikmati sate ini ya datang langsung ke kota Surabaya, tapi bukan ibu petualang dong namanya kalau tidak bisa memberi info unik yang akan membawa anda menemukan pengetahuan baru ( kibas jilbab  eaaak ;p). Oke pada bagian akhir nanti akan saya tampilkan resep pembuatan sate klopo ondomohen yang saya kutip dari salah satu surat kabar yang terpasang di salah satu pigura foto. Jadi buat anda yang merasa terlalu jauh untuk datang ke Surabaya terkhusus buat para buibu yang remp to the pong yang tidak mudah lagi berkegiatan diluar rumah karena sibuk ngurus anak dan rumah tangga  anda bisa membuat sendiri sate klopo ondomohen ini dirumah masing-masing (resep swipe kebawah ya).

Sejarah Sate Klopo Ondomohen

Beragam pigura foto lama mengihiasi dinding gera

Sejarah berdiri nya sate Klopo Ondomohen sendiri pertama kali digawangi oleh Hj. Zainab asal Madura yang kemudian mewariskan usaha lengkap beserta resep kepada salah satu menantu perempuannya yakni ibu Asih. Nama bu Asih sendiri jelas terpampang pada spanduk kuning yang dipasang di depan gerai sate dan hingga kini masih setia dibagian kasir melayani para pembeli yang akan membayar pesanan nya. Kemarin sempat berniat ingin foto bersama bu Asih seperti para artis dan pejabat yang juga berfoto bersama bu Asih setelah melihat begitu banyak foto yang menghiasi dinding gerai sate, mulai dari para pejabat, artis hingga foto-foto surat kabar beken yang pernah meliput sate Klopo Ondomohen ini, juga pigura berbagai plakat penghargaan. Tapi melihat bu Asih demikian sibuk saya mengurungkan niat untuk berfoto bersama ditambah pula saya tidak terlalu gemar jadi objek foto juga karena biasanya spesialis berada dibalik kamera ;D.

Nuansa klasik gerai ate Klopo Ondomohen

Oya nama Ondomohen sendiri saya duga adalah nama sebuah jalan pada masa pemerintahan Hindia Belanda dulu dan ternyata memang benar adanya setelah saya kroscek dalam sejarah kota Surabaya yang kini sudah diubah menajdi Jalan Walikota Mustajab. Dan fakta ditempat yang saya lihat komplek ruko di sekitar gerai Sate Klopo Ondomohen rata-rata adalah bangunan tua lengkap dengan pepohonan yang besar-besar dan menjulang tinggi. Bayangan saya mencoba flash back di sekitar tahun 1945.

Makan Di Sate Klopo Ondomohen Jangan Berekspektasi Tentang Kenyamanan

Nah buat kalian yang makin penasaran dan pengen mencoba sate Klopo Ondomohen sebaiknya tidak berekpektasi terlalu tinggi akan makan ditempat yang nyaman karena untuk bisa mencicipi kuliner legend ini kalian harus ngantri apalagi di saat weekend dan masa liburan bahkan kalian bisa tidak kebagian tempat duduk dan harus gelar tiker dan ngemper disamping ruko atau pilihan yang lebih enak ya makan di dalam mobil heheeu. Seporsi sate berisi 10 tusuk dengan potongan daging yang besar-besar lengkap dengan sambal kacang, irisan bawang merah segar dan cabe rawit utuh bila suka ditambah dengan sepiring nasi bersama pelengkap serundeng kelapa atau lontong bila masih ada (biasanya lontong cepat habis).

Untuk minuman jangan berharap ada jus buah, atau yang lain-lain karena sekedar es jeruk aja tidak ada dalam menu minuman. Hanya ada satu-satu nya minuman yaitu teh anget atau es teh kalian harus cukup legowo dengan ini ya haha, kalau tidak suka lebih baik membawa minuman sesuai selera dari luar. Suasana makan di gerai pun begitu ramai dan ditambah sensasi kebulan asap yang kadang terbawa angin masuk kedalam walaupun kemarin beruntung saya datang agak sepi karena tiba ditempat pukul 9 malam tapi tetap merasakan kebulan-kebulan asap sewaktu makan.

Testimoni Tentang Rasa Sate

Untuk rasa sate cenderung tidak manis, tidak dominan asin juga rasa nya percampuran sedikit manis dan gurih. Lebih sedap bila cabe rawit nya digerus dengan sendok dicampur bersama bawang merah lalu diaduk rata dengan sambel kacang barulah setelah nya dibubuhkan ke atas sate. Begitu juga dengan nasi dan serundeng kelapa nya sebaiknya dicampur rata sebelum dimakan bersama sate karena rasa gurih nya akan menyatu. Kesimpulan rasa, bagi saya cita rasa sate Klopo Ondomohen biasa entah karena terlalu banyak nya pengunjung sehingga fokus nya tidak lagi pada kualitas rasa tapi lebih mengejar pada kecepatan penyajian. Atau memang lidah saya yang udah keseringan merasakan berbagai macam kuliner nusantara dan kuliner asing jadi saya punya lebih banyak standar untuk rasa enak.

Penampakan seluruh gerai

Namun saya yakin pada masa Hindia Belanda dulu sate Klopo Ondomohen ini pasti sangat diminati karena memang menyajikan jenis sate yang berbeda dari kebanyakan sate yang ada terlebih masa itu ragam kuliner belum semeriah di era millenial ini. Begitupun bagi saya dapat mencicipi kuliner legendaris yang berusia hampir 100 tahun ini menjadi pengalaman baru yang unik karena akhirnya bisa merasakan cita rasa sate yang belum pernah sama sekali saya rasakan sebelum nya. Memakan sate Klopo Ondomohen seperti bisa membawa saya tenggelam di masa lampau. Memandangi pigura-pigura dengan banyak foto lawas, mengingatkan kenangan arek-arek Suroboyo yang begitu berani dan solid dalam mengusir tirani penjajahan, saya kira bukan karena rasa nya yang menjadi magnet para pengunjung untuk jauh-jauh datang ke Surabaya melainkan muncul nya momen nostalgia disaat makan tentang betapa heroiknya kota tua Surabaya dahulu setidak nya seperti inilah yang saya rasakan.

Info Harga

1 Porsi sate Klopo Ondomohen (daging sapi) Rp. 30.000

1 Porsi nasi serundeng Rp.5000

Teh Hangat/ Es Teh Rp. 2000

Lokasi

Jl. Walikota Mustajab No.36 ( sekitar 200 m dari area Balaikota Surabaya)

Jam Buka 7.30 – 23.30 WIB

Tips

Untuk menghindari antri yang mengular dan ancaman makan di emperan gerai sebaiknya tidak datang di waktu-waktu berikut

  • Jam makan siang
  • Akhir pekan
  • Masa liburan

Waktu yang nyaman

  • Hari libur kejepit yang bukan akhir pekan
  • Akhir pekan pukul 21.00 WIB sampai menjelang tutup
  • Hari biasa menjelang malam

1 porsi sate Klopo bisa dinikmati lebih dari 1 orang, tidak harus tiap orang membeli 1 porsi karena potongan sate besar dan nasi nya pun cukup banyak.

Resep Sate Klopo Ondomohen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here