LH. Dini Official

Ketukan Tengah Malam, Based True Story

0

Dari judul-nya udah ketebak ya gaes, ceritanya agak-agak gimana gitu heheu. Tapi ini kejadian sesungguh-nya yang insyaAllah tidak saya lebih-lebihkan. Pada inti nya dikehidupan ini ada berbagai dimensi dan lebih banyak hal yang manusia tidak tahu dan hanya menjadi misteri Sang Pencipta. Saya sendiri percaya kok ada dimensi lain selain dimensi manusia karena memang sudah tercatat di dalam Kitab Suci Al-Qur’an dan dalam Hadis Riwayat Nabi Muhamad SAW yang saya yakini. Ini hanya sekedar cerita intermezo yang kalau ada pelajaran baik-nya silahkan diambil kalau engga dinikmati saja tidak perlu berdebat. Nah kejadian ini yang mengalami tidak hanya saya, tapi juga Ibuk dan Kakak ke-3 jika ingin kroscek silahkan.

Cukup lama kejadian-nya waktu itu saya masih kelas 5 sekolah dasar, kami tinggal di daerah Jawa Barat di sekitar Pondok Pesantren Modern Darunnajah Bogor selama kuarang lebih 2,5 tahun. Pada saat itu kami ikut pindah dan bersekolah disana karena Ayah sedang melakukan penyuluhan teknologi pertanian untuk para santri. Nah singkat cerita waktu itu ayah bilang akan diajak sahabat dekat nya Alm. om Andra untuk melakukan pencarian harta karun dari bangkai kapal Cina zaman dulu kala di bawah laut Banyuwangi.

Jiwa petualang ayah bergejolak dan tanpa pikir langsung sepakat lalu minta izin ibuk dan kita semua untuk pergi bersama om Andra selama kurang lebih setengah bulan. Hari H pun tiba ayah di jemput om Andra dan supir nya didepan rumah dan meninggalkan kami semua selama waktu itu. Kejadian ini antara tahun 1999-2000 berarti sudah sekitar 20 tahun yang lalu saya kurang ingat tepat-nya. Ayah dan Om andra menempuh perjalanan darat ke banyuwangi habis waktu sekitar 2-3 hari.

Pada waktu itu Handphone masih belum trend, masih pakai Telpon Umum ha ha jadi ayah ga bisa sering-sering kasih kabar. Tapi syukurnya ada koperasi pondok yang menyediakan telpon interlokal yang cukup deket dari rumah jadi ayah kadang titip pesan kesana. Selama setengah bulan itu kayanya ayah hanya ngasih kabar sekali kalau sudah sampai di banyuwangi.

Selama tinggal disana hiburan kami cuma dari radio, jaman itu siaran radio masih digemari banget ya. Maklum apalagi tempat areal kita tinggal dulu-nya adalah hutan yang disulap jadi Pondok Pesantren jadi yah hawa-nya masih hutan-hutan gitu dan menjelang malam sudah mulai keluar binatang-binatang malam. Kita biasa dong tidur dengan ditemani lolongan anjing hutan didepan rumah, suara burung-burung malam. Awal-nya sih takut tapi lama-lama biasa aja.

Setiap malam kita rajin denger radio, channel favorit kami waktu itu Music City FM, Masteng FM, Female Radio sama Sonora FM dan Prambors. Menjelang masuk dini hari di malam minggu kalau ga salah pukul 00.00 WIB stasiun radio Music City FM pasti akan mengudarakan acara ” Cersem” alias Cerita Serem, cerita-cerita nyata dari para pendngar radio yang entah kenapa serumah pada suka tuh dengerin ha ha. Biasanya kita suka dengerin rame-rame biar ga takut wwkwk maklum ya tinggal didekat hutan dan jauh dari keramaian kota sambil tengah malam denger cerita begituan makin wakwaw aja.

Dasar udah kebiasaan walaupun ayah lagi ga ada tetep aja pada nungguin tuh sampai jam 12 malam. Tapi waktu itu saya sama adek kebetulan lagi capek banget main seharian jadilah udah tidur duluan tapi udah pesen kalau jam 12  minta dibangunin buat denger Cersem di radio, tuman heheu. Tinggalah Ibuk sama mbak Fitri yang memang sengaja nungguin Cersem mengudara sampe jam 12 malam.

Dan mereka engga bangunin saya dong malah dengerin berdua aja huhu sedih-nya. tapi keseriusan mereka denger acara cersem tiba-tiba terhenti pas banget saat pendengar radio bercerita kisah serem-nya pada titik meneggangkan. Tiba-tiba pintu rumah diketok sekali dari luar, seketika ibuk sama mbak fitri matiin radio dan lampu sambil nunggu apa ada suara yang mengikuti setelahnya.

Setelah ditunggu tetep diam dan agak beberapa lama ada ketukan lagi sekali dengan tetap tanpa suara. Bukan main tegangnya ibuk sama mbak fitri pas waktu cerita, nah pada saat mereka tegang ketakutan itu tiba-tiba saya bangun dan dengan enteng-nya bilang “buk radio nya disetel mau denger cerita serem” jreng jreng jreng langsung dong saya dipelototi ibuk sama mbak fitri dan disuruh tutup mulut katanya ada orang ga bersuara habis ketuk-ketuk pintu depan.

Akhirnya saya jadi sadar penuh dan ikutan panik kita grumbul bertiga dan pasang telinga tajam. Mbak fitri bilang jangan dibuka karena kaya aneh. Ayah memang biasa pulang dari jakarta itu tengah malam karena kendaraan umum susah banget kalau udah lewat jam 8 malam. Nah mbak fitri dan ibuk sepakat bahwa itu bukan ayah karena kebiasaan ayah kalau datang itu pasti ngetuk pintu dengan ketukan khas dan setelah itu baru ngucapin salam, jadi mereka tetep ga akan buka pintu-nya.

Kebiasaan lain ayah saat pulang malam itu pasti jalan muter ke belakang buat cuci kaki dan buang air kecil, nah orng yang ngetuk tadi karena ga dibuka dia pun beranjak jalan dan langkah kaki nya kedengeran gais secara tengah malam diantara hutan yang sunyi suara-suara jadi kayak menggema. Dia melangkah seperti ayah memutar ke belakang dan cuci kaki kedengeran bunyi ” kricik kricik ” air wahhahaha. Ini bikin kami jadi mulai ragu apa benar ayah atau bukan, tapi saya bilang sambil berbisik ” buk ayah itu nafas nya berat dan agak ngos-ngosan karena punya sakit asma, tapi ini ga da suara ngos-ngos-an seperti ayah “, saya bilang ga usah dibuka kalau bener ayah dan kelamaan nunggu pasti ayah bakal bersuara minta dibukain. Akhirnya kami semua sepakat engga akan bukain pintu.

Dan apa yang terjadi selanjutnya saudara-saudara, langkah kaki itu balik lagi ke depan pintu daaaaaan ” Tok” dia ngetuk pintu sekali lagi bikin kita makin mematung. Akhirya ibuk berkeputusan untuk lebih baik kita tidur aja, dan ga usah buka pintu-nya. Tengah malam itu kita berusaha tidur dengan perasaan masing-masing, benar-benar ga enak rasa-nya apalagi ga lama setelah itu suara anjing hutan melolong-long didepan rumah ohohoho what theee banget wkwkwk. Pagi-nya tiba langsung penasaran buka pintu apa ada jejak-jeak sepatu, ternyata ga ada jejak sepatu sama sekali.

Setelah kejadian ketukan tengah malam itu kita semua bersepakat ga ada acara denger  ” CerSem ” alias cerita serem lagi. Peristiwa ini terjadi di hari ke-13 sejak hari pertama ayah pergi ke banyuwangi dan dua hari kemudian ayah pulang ke rumah dengan agak kelelahan. Langsung kita semua berondong cerita ke ayah tentang ketukan tengah malam dua hari yang lalu, respon ayah malah cuma ketawa malah bilang oh mungkin dia nge-fan sama ayah maka-nya niru-niru gaya ayah (APA ;V). Ibuk lantas tanya ke ayah gimana dengan hasil pencarian nya apa ada harta karun beneran? ayah ambil tas ransel nya dan ngeluarin mangkok-mangkok keramik warna krem pucat yang udah ditumbuhi kerang-kerang, dilihat dari penampakan-nya memang sangat kelihatan itu mangkok-mangkok khas cina. tapi ayah juga kasih kabar ga enak kalau driver om andra yang bawa mobil dan ikut diatas kapal saat pencarian itu meninggal dunia.

Beliau meninggal dengan tiba-tiba diatas pangkuan ayah, sebelumnya ayah udah menduga kalau driver om andra ini terlalu memaksakan diri gaspol selama kurang lebih 3 hari tanpa tidur. Ayah mengamati untuk bisa tahan 3 hari ga tidur itu bapak driver minum energy drink kra***gdaeng berbotol-botol  setiap hari katanya bikin dia lebih kuat dan ga ngantuk padahal ayah udah memperingatkan untuk lebih baik istirahat dari pada memaksa tubuh diluar kemampuan-nya. Tapi nasi udah menjadi bubur, akhirnya apa yang terjadi beliau tiba-tiba terjatuh dari duduk-nya diatas perahu yang sedang berlayar dan seketika meninggal. Semoga beliau khusnul khatimah karena wafat demi mencari nafkah keluarga. Pelajaran berhargnya adalah jangan berlebih-lebihan terhadap apapun, berilah hak tubuh ketika lelah jangan lebih memilih cara instan demi ambisi mengejar target.

Beberapa tahun setelah kejadian pak driver saya baca kabar berita kalau minuman energy drink yang diimport dari thailand itu dilarang untuk diedarkan karena kadar kandunganya zat yang dipakai menyalahi aturan BPOM juga belum memiliki izin edar pada masa itu. Seperti berita yang disiarkan Tribunnews.com dengan judul BPOM: Jangan Konsumsi Kratingdaeng RedBull, https://www.tribunnews.com/regional/2011/01/12/jangan-konsumsi-kratingdaeng-redbull. Juga berita dari https://news.detik.com/berita/1544344/kratingdaeng-dan-bear-brand-keluaran-thailand-dilarang-edar?nd771104bcj=. Namun kabar baik-nya produk-produk tersebut saat ini sudah memiliki izin edar dari Badan POM jadi kita bisa lebih tenang mengonsumsinya, pada inti-nya ikutilah aturan konsumsi yang sudah tertera pada produk karena aturan tersebut adalah untuk kebaikan setiap konsumen yang menggunakan-nya.

Sampai sekarang saya masih kepikiran lho apa kejadian ketukan tengah malam itu ada hubungan nya sama wafat nya bapak driver om andra, semacam isyarat kalau ada salah satu angota tim yang kenapa-kenapa. Kalau waktu itu ibuk berpikirnya apa terjadi sesuatu sama ayah selama disana, karena ayah punya beberapa pemyakit yang bisa kambuh secara bersamaan. Tapi alhamduilah ternyata ayah baik-baik aja, atau barangkali kejadian itu menjadi penanda memang sesuatu telah terjadi dengan tim pencarian selama disana Wallahu’alam.

Nah sekian dulu cerita intermezzo dari Ibu Petualang, terimakasih udah mau mampir baca-baca di lhdini.com, sampai jumpa dicerita berikutnya yes.

Salam

Avignam Jagat Samagram

LH. Dini

 

Baca Juga: Selamat Dari Rampok Pelabuhan 

Baca Juga: Tengah Malam Dikunjungi Pasukan Kavaleri

 

0

Lulu Hilya Addini

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed

This site uses cookies to improve your experience, to enhance site security and to show you personalized advertising. Click here to learn more. By clicking on or navigating the site, you agree to our use of cookies.