Penting-nya Meningkatkan Minat Baca Anak Sejak Dini

0
264

Memiliki anak-anak yang tumbuh dengan minat baca yang tinggi adalah dambaan kebanyakan orang tua di dunia. Kebiasaan membaca merupakan kegiatan yang sangat baik karena mendatangkan manfaat yang besar bagi kehidupan terutama dalam menghadapi permasalahan. Adapun manfaat membaca diantaranya;

Mengasah dan Meningkatkan Keahlian Kognitif

                Keahlian kognitif adalah serangkaian proses berpikir mulai dari mengamati, mengenal, menganalisa, menghubungkan satu informasi dengan informasi lain nya, menyimpulkan sampai taraf memberi solusi dari suatu permasalahan dengan menggagas ide-ide. Proses kognitif ini berhubungan dengan tingkat kecerdasan intelegensia. Anak yang memiliki kebiasaan membaca sejak kecil akan lebih cepat memahami informasi yang ada disekitar nya, mereka juga akan terbentuk menjadi individu yang memiliki inisiatif dan respon lebih baik, selain itu anak akan menjadi lebih mandiri dalam mengambil keputusan dan tidak lagi menjadikan orang tua sebagai sumber utama jawaban atas rasa ingin tahu nya.

Membuat Anak Menjadi Lebih Kritis

                Kebiasaan membaca yang diterapkan sejak dini akan menjadikan anak mandiri dalam berpikir dan mampu menganalisa informasi. Ini tentu sangat berguna bagi anak terutama dalam kegiatan belajar di sekolah ataupun dalam aktivitas kesehariaan nya. Anak juga  akan mampu mempertimbangkan mana hal yang masuk akal atau tidak, membedakan hal baik dan buruk yang sewaktu-waktu menghampiri nya, selain itu anak juga akan memiliki keberanian untuk mengutarakan pendapat dan mampu untuk mempertahankan nya.

Meningkatkan Perbendaharaan Kata

                Kebiasaan membaca sejak dini tak hanya akan membantu meningkatkan keahlian kognitif anak namun juga menambah perbendaharaan kata sehingga anak akan lebih ahli dalam memahami dan merangkai kalimat. Hal ini tentu sangat membantu anak dalam menjalankan proses belajar-nya di sekolah

Meningkatkan Memori

                Semua infomasi yang pernah masuk melalui indra  tubuh akan tertimbun di dalam Long Term Memory, yang merupakan salah satu jenis ingatan dalam otak yang sifat nya permanen ( ingatan jangka panjang) yang jika sewaktu-waktu informasi di dalam otak dibutuhkan ia akan dapat dipanggil kembali. Kebiasaan membaca akan membuat pemanggilan informasi tertimbun tersebut menjadi lebih cepat. Hal ini didukung oleh penelitian dari American Association of Neurology yang menemukan bahwa orang-orang yang memiliki kebiasaan membaca memiliki kemungkinan kecil mengalami kehilangan kemampuan mengingat daripada kemampuan orang yang tidak suka. Oleh sebab itu dalam dunia kesehatan kegiatan membaca juga di jadikan sebagai salah satu terapi untuk para penderita Alzheimer

Begitu besar manfaat dari membaca namun sayang nya di Indonesia hingga kini minat baca penduduk nya masih sangat rendah, menilik data dari UNESCO yang menyebut  bahwa minat baca penduduk Indonesia hanya sebesar 0,01 % yang artinya dari 10.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Studi lain yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu dengan tajuk “Most Littered Nation In The World” juga menempatkan minat baca penduduk Indonesia pada peringkat 60 dari 61 negara artinya Indonesia berada pada posisi terendah ke-2 keadaan ini sungguh sangat memprihatinkan.

 Ada pun faktor-faktor yang ditengarai menjadi penghambat minat baca anak Indonesia antara lain disebabkan oleh :

Semakin Banyak Hiburan dan Permainan yang Lebih Menarik

Kita tidak bisa menampik bahwa kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam hidup namun sayang nya ini pulah lah yang menjadi pemicu mengapa anak menjadi tidak gemar membaca. Perkembangan teknologi gadget misalnya yang tak hanya dapat digunakan sebagai sarana berkomunikasi tapi juga menawarkan banyak fitur hiburan seperti games membuat anak lebih sering menghabiskan waktu luang nya untuk bermain gadjet dibanding membaca. Hal ini diperparah dengan pembiaran orang tua sebagai fasilitator yang tidak memantau dan memberi batasan anak dalam menggunakan gadget.

Keasyikan Bermain Sosial Media

Kian hari kita makin dimudahkan dalam mencari informasi dengan semakin banyak media online yang menyediakan beragam berita, tidak seperti dulu informasi hanya bisa didapat dengan manual melalui media cetak. Namun sayang-nya kemudahan ini menjadi sia-sia mengingat semakin banyaknya aplikasi sosial media yang memberi pengaruh besar terhadap kurang nya minat baca anak. Anak-anak disibukkan dengan melakukan aktivitas yang sebenarnya hanya membuang-buang waktu dengan hal-hal yang kurang memiliki nilai positif, seperti meng-upload foto-foto selfie, membuat video-video yang kurang bernilai positif demi mengeksiskan diri di dunia maya.

Membaca Tidak Dibudayakan di Rumah

                Anak-anak yang tidak senang membaca sangat berhubungan dengan orang tua yang juga tidak senang membaca. Karena kebiasaan anak sangat dipengaruhi oleh kebiasaan orang tua nya. Keadaan ini menjadi agak lebih sulit karena bangsa kita emang tidak diwarisikan budaya membaca dan semestinya menjadi salah satu PR penting bagi Pemerintah yang memiliki kewenangan penuh dalam mebuat program-program yang mampu meningkatkan minat baca penduduk-nya.

Buku Bacaan Tidak Menarik

                Tampilan buku-buku yang kaku dan monoton membuat anak tidak tertarik untuk membuka dan membaca-nya. Sebagaimana yang kita tahu anak-anak adalah mahkluk visual yang lebih banyak mempelajari sesuatu melalu media bergambar yang kaya akan corak dan warna.

Konsep Membaca Statis

                Konsep membaca yang statis membuat anak jemu untuk membaca, dimana anak diharuskan duduk rapi di atas meja bangku tanpa aktifitas apapun selain membaca. Hal ini tak hanya membuat anak jemu tapi juga memicu muncul-nya rasa kantuk sehingga anak semakin tidak fokus dengan bahan bacaan-nya hal ini akan berkorelasi terhadap kecepatan anak dalam memahami pelajaran.

Anak Belum Memiliki Kesadaran Terhadap Penting-nya Membaca

                Sejatinya tidak hanya anak-anak bahkan kita sebagai orang dewasa pun tidak akan mau melakukan aktivitas positif secara sukarela jika kita belum menyadari apa tujuan dibalik aktifitas tersebut. Tak hanya dalam kegiatan membaca, kesadaran terhadap tujuan juga sangat dibutuhkan dalam melakukan berbagai aktifitas.

Lingkungan Pergaulan Yang Kurang Baik

                Tak dapat dipungkiri kebiasaan anak juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan teman dan lingkungan bergaul nya. Sekolah merupakan tempat dimana anak menghabiskan hampir sebagian besar waktu nya, oleh sebab itu lingkungan yang tidak kondusif dan kurang motivasi juga sangat mempengaruhi rendahnya minat baca anak.

Buku Bacaan Mahal

                Buku-buku bacaan yang menarik di toko-toko buku umum-ya di banderol dengan harga yang cukup mahal. Hal ini akan semakin membebani pengeluaran masyarakat terutama golongan ekonomi lemah yang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah saja sudah membuat mereka harus sangat bekerja keras. Menurut paparan ahli 1 dari 2 orang Indonesia hidup dalam golongan ini menjadi masuk akal bila separuh dari keluarga Indonesia kurang memiliki buku-buku yang menarik minat baca.

Sesungguhnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk memacu minat baca anak, terlebih jika hal tersebut dibiasakan kepada anak sejak usia dini saat anak pertama kali menunjukkan minat-nya terhadap sesuatu. Berikut beberapa tips handal membuat anak menjadi lebih gemar membaca;

  1. Mengenalkan buku bacaan sejak anak mulai pertama kali memahami lingkungan sekitar nya yaitu ketika mereka berada pada masa balita yang juga merupakan masa emas bagi perkembanan intelegensia anak. Materi bacaan sebaik-nya disesuaikan dengan usia anak.
  2. Memahamkan esensi membaca agar anak memiliki kesadaran bahwa membaca merupakan kegiatan yang sangat baik bagi kehidupan-nya
  3. Mengajak anak mengunjungi toko buku dan pameran buku
  4. Memberikan batasan dan memantau anak dalam menggunakan gadget
  5. Memantau lingkungan dan teman bergaul anak
  6. Menjadikan membaca sebagai rutinitinas dan aktifitas yang lebih menghibur, misalnya membacakan buku cerita kepada anak sebelum tidur dengan memainkan narasi dan intonasi yang beragam.
  7. Jika kita sebagai orang tua ingin memiliki anak-anak yang gemar membaca kita juga harus gemar membaca sehingga anak bisa melihat dan mencontoh apa yang biasa dilalukan oleh orang tua dan anggota keluarga mereka di rumah
  8. Perpustakaan kecil di rumah bisa menjadi ide yang baik untuk mulai membudayakan aktifitas membaca .
  9. Mengajari anak konsep membaca yang lebih dinamis dan interaktif misalnya anak diminta menjelaskan kembali apa yang telah dibacanya, dan pengajaran apa yang bisa diambil. Kegiataan membaca juga tak harus selalu di dalam ruangan anda dapat mengajak buah hati ke taman atau bale-bale di luar rumah.
  10. Peran serta Pemerintah sangat penting dalam meningkatkan minat baca penduduk nya mengingat membaca belum menjadi budaya di negeri ini, misalnya dengan memberi kemudahan mengakses bahan bacaan yang lebih menarik sehingga masyarakat tak harus lagi mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapatkan buku-buku.

Bagaimana parent sudah kah anda mulai membiasakan si kecil untuk membaca sejak dini? Semoga tips diatas bisa membantu membangun kebiasaan baik ini.

Di olah dari berbagai sumber

Gambar ilustrasi dari : Vemale.com