Spread the love

Hal pertama yang paling sulit adalah mengawali, lalu yang ke dua konsistensi dari apa yang sudah kita mulai hingga akhir ini sih yang sering aku rasakan ketika udah terlalu lama terjebak dalam status quo apalagi orang dengan tipe seperti aku yang gampang mulai tapi sulit mengakhiri 🤦🏻‍♀️

Terakhir nulis serius sekitar tahun 2012 waktu masih berkutat sama projek tesis dan disertasi yang sayang nya itu bukan tesis dan disertasi ku tapi milik orang lain, he heu dan sekarang di saat ada yang nyolek buat nulis lagi aku jadi bingung mau mulai dari mana, dan rasanya sekarang seperti kembali bego 😂.

Sebab sesuatu yang tidak diulang akan mudah lupa jadi nulis adalah cara terbaik untuk melawan lupa, dan sehebat apapun sebuah keahlian kalau lama tidak dilakukan lagi ya jadilah newbie kembali, belajar lagi, butuh waktu lagi.

Ah ya latihan akan menyempurnakan, kita perlu banget terus melatih ingatan supaya ga cepat lupa, melatih badan supaya ga mudah terserang rasa males dan melatih2 lain nya yang kita perlukan dalam menjalani hidup.

Latihan yang konsisten akan sangat membantu untuk ga membuang waktu mengulang lagi dari awal, karena waktu itu terbatas ya menurut ku jadi sebisa mungkin melakuan segala nya dengan lebih efektif dan efisien.

Mengambil analogi dari pisau, setajam apapun pisau kalau terus dipakai lalu dibiarkan lama dan ga di asah ulang ya lama lama jadi tumpul yang tadinya motong daging ayam bisa sekali geprek jadi butuh beberapa kali geprek untuk motong satu bagian aja.

Ini nulis lagi ngingetin diri sendiri, gapapa ya buat ku ga masalah terkadang ga terlihat baik, aku selalu memberi ruang untuk kesalahan dengan gitu aku bisa menggenggam hal-hal prinsip dengan lebih kuat.

Comments

comments

SHARE
Previous articleKampung Halaman Sedamai Surga
Next articleMemerah Asa
Seorang Ibu petualang mantan pengajar yang pernah belajar tentang Biologi dan Teknologi Pangan di IPB menghabiskan masa lajang nya untuk bertualang. Senang membaca dan menulis konten inspiratif merasa lebih bahagia saat berada dibawah hujan. Perjalanan menujukkan kepadanya sebuah keyakinan bahwa keajaiban selalu ada bagi siapa saja yang percaya