Spread the love

Mengisi tantangan di hari ke-4 dengan tema mengapa bergabung di Blogger Perempuan Network, satu kata yang mewakili perasan saya adalah bersyukur sekali. Memang belum 1 tahun saya menjadi anggota dari BP Network ini, masih pada tahap meraba-raba dan mengamati aktifitas para anggota melalui konten-konten yang telah dipublikasi. Meski demikian saya bisa merasakan ada nafas yang berbeda mengalir dalam pikiran, nafas yang membuat saya kembali semangat untuk berkarya, muncul stigma positif mengenai sosial media yang selama ini lebih banyak membuat saya jemu karena begitu banyak informasi yang beredar secara tidak terkontrol yang membuat kisruh dan resah. Setidak nya ada 4 hal yang sangat saya syukuri bisa menjadi bagian dari komunitas blogger perempuan terbesar di Indonesia. Pernah tercetus kenapa gak dari dulu jaman masih alay alay nya gejolak kawula muda tahu komunitas ini he he.

  1. Mendapat Banyak Inspirasi

Dari situs resmi nya yang saya baca, anggota Blogger Perempuan Network saat ini sudah mencapai lebih dari 4000 anggota, saya membayangkan berapa banyak informasi yang bisa saya serap dari lebih 4000 kanal blog. Setiap isi kepala tentu punya keunikan dan warna tersendiri didalam konten-konten nya, jumlah ini akan menjadi sumber referensi yang mencukupi untuk memperkaya sudut pandang dalam membuat suatu konten agar lebih menarik. Melalui BPN saya merasa kotak gagasan di dalam pikiran saya terasa semakin lapang, tak jarang dari BPN pula saya mendapat banyak inspirasi untuk menulis dan solusi untuk masalah keseharian.

2. Mendapat Teman-Teman Dengan Kesamaan Minat

Sempat terpikir bahwa saya adalah seseorang yang berbeda diantara kebanyakan teman-teman dimasa sekolah dulu, sering timbul pertanyaan apakah saya orang yang kurang asyik sehingga teman-teman sepertinya tidak ingin berlama-lama bermain dengan saya. Dulu banyak teman-teman yang ingin main ke rumah namun setelah datang sekali mereka tidak mau datang lagi karena sampai rumah pasti saya sodori buku untuk dibaca hahaha, wajarnya anak perempuan ketika berkumpul senang nya mengobrol dan akhirnya bisa dipastikan bahan obrolan nya tak jauh dari menggunjingi si A si B dan lain-nya. Mungkin betul untuk hal satu ini saya perempuan paling ga asik untuk diajak ngobrol, karena bagi saya pribadi membicarakan kekurangan orang lain itu kejam.

Teman wanita yang saya miliki biasanya tak lebih dari 5 orang, namun mereka saya pastikan adalah teman-teman yang sudah bagai keluarga, loyalitas nya tak bisa saya ragukan tapi tetap ada hal-hal tertentu saya rasakan masih ada yang kurang dalam pertemanan ini, ya apalagi kalau bukan karena berbeda minat. Walhasil obrolan kita hanya untuk hal-hal umum saja meski tetap apapun minat masing-masing, kita saling memberikan doa dan dukungan.

BPN adalah komunitas blogger pertama yang saya tahu dan saya ikut menjadi member nya, so pasti ada kesan tersendiri untuk saya pribadi. Di BPN saya seperti ada dalam dunia yang saya ingin kan dengan orang-orang yang memiliki gairah dan minat yang sama, disini akhirnya saya merasa tidak lagi merasa aneh, tidak lagi merasa gak asik, ditambah lagi  anggota BPN banyak yang juga berstatus Ibu Rumah Tangga seperti saya, terasa semakin klik di hati.

3. Berada Di Komunitas Perempuan Indonesia yang Saling Mendukung dan Menyalurkan Energi Positif

Well, sejujur nya dalam dunia nyata saya tak memiliki cukup banyak teman-teman perempuan bukan karena tidak ingin berteman tetapi hanya tidak nyaman dengan dinamika kebaperan perempuan, khususnya kebaperan yang menjurus ke sisi negatif yang berakhir pada penyakit yang bernama iri, bully lengkap dengan penyakit turunan nya. Saya sendiri juga merasa heran kenapa Tuhan sering menempatkan saya ada diantara karakter seperti ini benar-benar membuat saya tidak nyaman, akhirnya saya lebih memilih banyak berteman dengan anak laki-laki karena mereka no drama dan no iri.

Saya merasa sangat heran semestinya sesama perempuan harus nya memahami kondisi sesama-nya, seharus nya bisa ber-empati terhadap kekurangan yang mungkin sedang menimpa  saudara nya bukan malah saling mengobrol berkelompok untuk merendahkan, membicarakan kecacatan nya atau bahkan menjadikan nya ajang bullyan.  Hal ini yang juga saya rasakan saat pertama kali menjadi seorang ibu baru yang pada waktu itu sedang jauh dari keluarga dan suami nya, bagaimana lebih banyak komentar yang melemahkan padahal nyata-nyata kondisi seorang ibu pasca melahirkan adalah kondisi terlemah dan sangat rentan terserang depresi sehingga membutuhkan dukungan terutama dukungan psikologis.

Saya menyadari di dunia ini adalah hal yang tidak mudah mengharapkan segala sesuatu berjalan ideal, mengharapkan kita mampu mengendalikan situasi maupun mengendalikan manusia untuk mau mengikuti kehendak kita, tetapi bukan berarti kondisi ideal itu mustahil untuk dilakukan. Bila mengendalikan lingkungan adalah hal mustahil untuk saya lakukakn maka saya yang akan mengendalikan diri sendiri untuk memilih atau tidak memilih bereaksi terhadap sesuatu yang tidak nyaman. Seorang bijak pernah mengatakan bahwa kebahagiaan itu berasal dari diri sendiri bukan dari orang lain, oleh karena itu sebisa mungkin saya terus mengendalikan diri agar tetap fokus pada hal-hal yang membuat saya bersemangat dan bahagia. Saya terus mencari lingkungan yang bisa memberikan saya energi positif, lingkungan yang bisa membantu menguatkan, dan ini semua saya temukan di Blogger Perempuan Network. BPN benar-benar merupakan wahana yang sangat positif dimana seluruh anggotanya menginginkan kebaikan untuk sesama, disini saya tidak lagi merasa sendiri dan tidak dipahami, disini melalui tulisan-tulisan berkekuatan yang dibangun oleh ketulusan sesama perempuan membuat saya merasa lebih berarti.

4. Blogger Perempuan Network Menjadikan Perempuan Lebih Berdaya

Satu hal lagi yang harus saya syukuri tergabung dalam BPN adalah ada nya peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh anggota blogger perempuan untuk meningkatkan kualitas diri dan  mendapatkan penghasilan tambahan. BPN selalu memberikan informasi dan notifikasi mengenai ada nya event-event berfaedah yang tidak hanya menambah wawasan namun juga pertemanan yang bisa dibawa ke dunia nyata. Selain itu banyak sekali ajang kompetisi yang ditawarkan untuk para anggota blogger perempuan dengan kompensasi hadiah yang tidak bisa dibilang kecil hal ini akan memacu kompetisi yang positif dimana semakin hari kita harus belajar meningkatkan kualitas konten agar berhasil menjadi salah satu pemenang. BPN adalah salah satu komunitas blogger yang telah berhasil memberdayakan banyak perempuan inilah yang membuat saya merasa beruntung dan bersyukur telah menjadi bagian dari komunitas ini. Besar harapan, saya bisa berjumpa langsung dengan teman-teman blogger perempuan terutama blogger perempuan di kota Surabaya dan sekitarnya.

Akhir-nya tantangan di hari ke-4 BPN 30 Day Challange 2018 berujung pada sesi curhat ha ha, padahal saya tipikal orang yang paling susah disuruh curhat ;D. Terimakasih Blogger Perempuan Network jangan berhenti untuk terus memberdayakan para kaum perempuan, aja aja fighting ;D.

 

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here